Archive for February, 2011


Teenagers from lesbian families in the United States reported 0% sexual abuse by their parents or guardians. Furthermore, it also appears that – compared to peers with heterosexual parents – the teenage daughters of lesbian mothers are more likely to have sexual contact with someone of the same sex. Of the teens with a lesbian mother questioned in the study, 2.8% indicated that they considered themselves to be ‘predominantly to exclusively’ homosexual. These are the findings of a study investigating abuse, sexual orientation and sexual behavior among children of lesbian mothers in the U.S. that day was published on 9 November 2010 in the scientific journal Archives of Sexual Behavior. The study was conducted by Dr Nanette Gartrell and Naomi Goldberg of the Williams Institute at UCLA School of Law, and Dr. Henny Bos from the University of Amsterdam’s (UvA) department of Child Development and Education.

The study is part of the U.S. National Longitudinal Lesbian Family Study (NLLFS), the longest-running study of lesbian families in the United States. The families have been followed since the time the children were conceived (all by donor insemination). The children are now, on average, seventeen years old. The researchers presented the 78 teenagers (39 girls and 39 boys) with a questionnaire about abuse. They were asked whether they had ever been abused by a parent or guardian, and – if applicable – to state who had committed the abuse and what kind of abuse it was (verbal, emotional, physical or sexual). The teens reported no physical or sexual abuse by a parent or guardian. Earlier research by Dr David Finklehon (University of New Hampshire), based on a representative sample of all adolescents in the U.S., reported 26% of teenagers suffered physical abuse by a parent / guardian, and 8.3% reported sexual abuse.
Sexual orientation and sexual behavior
The researchers also asked the teens in lesbian families to describe their sexual identity. This was done using the Kinsey scale – a scale from 0 to 6, where 6 stands for exclusively homosexual. 18.9% of the girls questioned considered themselves to be bisexual, whereas 2.7% of the boys considered themselves bisexual. 0% of the girls and 5.4% of the boys considered themselves predominantly to exclusively homosexual.

The sexual behavior of adolescents was assessed with questions about heterosexual and homosexual contact, the age that first sexual contact occurred, the use of contraception, and pregnancy. Compared with the control group – consisting of peers with heterosexual parents – the children of lesbian parents were significantly older when they first had heterosexual contact. The daughters of lesbian mothers had significantly more homosexual contact compared with the daughters of heterosexual parents.
The Dutch situation

Henny Bos is conducting a study in the Netherlands among lesbian families modelled on the NLLFS. Next month, she will begin research into sexual abuse, sexual orientation and sexual behavior among teenage children of lesbian mothers in the Netherlands.
Publication details

Nanette K. Gartrell, Henny M.W. Bos and Naomi G. Goldberg: ‘Adolescents of the U.S. National Longitudinal Lesbian Family Study: Sexual Orientation, Sexual Behavior, and Sexual Risk Exposure’, in: Archives of Sexual Behavior,9 November 2010.

aww, suka banget deh lagu ini, liriknya lucu..lesbian gitu.haha

Te Amo, Te Amo
she says to me
I hear the pain in her voice..
then we danced underneath the candelabra
she takes the lead
that’s when I saw it in her eyes, it’s over
Then she said te amo
then she put her hand around me waist
I told her no,
She cried Te amo
i told her im not gonna run away
but let me go
My soul is crying,
without asking why
I said te amo,
would somebody tell me what she said?
Dont it mean I love you
Think it means I love you
Dont it mean I love you

Te amo, Te amo,
shes scared to breathe
I hold her hand, i got no choice uhh
Pull me out on the beach, danced in the water,
I start to leave
Shes begging me and asking why its over
Then she say te amo
then she put her hand around me waist
I told her no,
She cried Te amo
I told her im not gonna run away,
but let me go
My soul is crying,
without asking why
I said te amo,
would somebody tell me what she said?
Don’t it mean I love you
Think it means I love you
Don’t it mean I love you

Listen we can dance,
but you gotta watch your hands
watch me all night, im movin’ to the night because I understand
that we all need love
and i’m not afraid
to feel the love but i don’t feel that way
Then she says te amo
then she put her hand around me waist
I told her no
She cried te amo
I told her im not gonna run away but let me go
My soul is crying,
without asking why

I said te amo,
would somebody tell me what she said?
Don’t it mean I love you
Think it means I love you
Don’t it mean I love you
Think it means i love you,
Te Amo
Te Amo
Don’t It means I Love You

Ternyata jerman pernah membuat UFO loh. Saya menguti artikel ini dari blog teman saya yang bernama huteri. Sejak tahun 1950 ada banyak klaim tentang dugaan perkembangan Jerman yang revolusioner telah menciptakan suatu mahakarya berbentuk piring yang mampu terbang dengan kemampuan yang luar biasa.

Inilah artikel yang akan menjelaskan kepada anda bagaimana kemungkinan fenomena UFO hingga saat ini adalah suatu hasil teknologi tinggi yang diciptakan manusia sendiri.

nazi ufo Jerman Ternyata Pernah Menciptakan Piring Terbang

Mahakarya ini juga dikenal sebagai “piring terbang” (yang kemudian dinamai UFO) telah dilihat oleh banyak orang di seluruh dunia sejak tahun 1947 terutama ketika fenomena insiden Roswell terjadi. Menurut banyak calon “penemu” dan penggemar teori ini, UFO tidak berasal dari luar bumi, dan UFO hanyalah buatan manusia semata.

Giuseppe Beluzzo (seorang mantan menteri sekaligus ilmuwan) telah menulis suatu artikel di sebuah surat kabar Italia “Il Giornale d’Italia” pada tahun 1950. Dalam artikelnya yang kontroversial pada saat itu dimana dunia masih dihebohkan dengan fenomena insiden Roswell, ia menulis bahwa sesungguhnya Jerman telah mempelajari desain pesawat dengan teknologi tinggi yang berbentuk piringan sejak tahun 1942.

Beluzzo akhirnya ditemukan tewas dibunuh hanya beberapa tahun kemudian setelah ia memuat pengakuannya yang kontroversial tersebut. Dalam waktu yang hampir bersamaan dengan saat dimuatnya artikel itu, seorang insinyur Jerman bernama Rudolf Schriever memberikan pengakuan kepada majalah Der Spiegel bahwa ia telah mendesain pesawat berbentuk piringan dengan diameter 15 meter.

Kisah Schriever ini kemudian diangkat dalam sebuah buku yang ditulis oleh Rudolf Lusar (seorang mayor di militer Jerman dari unit teknis selama perang dunia kedua) pada tahun yang sama juga.

Dalam bukunya, Rudolf banyak memberikan pemaparan mengenai senjata-senjata rahasia NAZI yang menurutnya berteknologi tinggi. Namun dari keseluruhan pembahasannya, ada satu bab yang aling menarik. Bab itu berjudul “Wonder Weapons”.

ha12 Jerman Ternyata Pernah Menciptakan Piring Terbang ha12 Jerman Ternyata Pernah Menciptakan Piring Terbang

Menurut Lusar, Rudolf Schriever bukanlah satu-satunya insinyur yang bekerja dalam merancang “piring terbang”nya Jerman. Tetapi ia juga bersama rekan-rekannya yaitu, Habermohl, Mierth dan Bellanzo, yang terlibat dalam proyek piring terbang ini.

Proyek ini sendiri memiliki dua pabrik yang dipusatkan di Breslau, Polandia sebelum akhirnya dihancurkan oleh Jerman sendiri karena tidak ingin jatuh ke tangan Uni Soviet pada saat itu dan pabrik kedua yang berada di Praha, Ceko.

Dalam buku tersebut juga dicatat bahwa salah seorang perancang pesawat ini, Mierth, telah berhasil membuat sebuah prototype pesawat yang berbentuk piringan dengan diameter 137 meter. Prototype ini juga memiliki punuk di atasnya yang berfungsi sebagai kokpit.

Di pabrik kedua di tepi kota Praha, Ceko, Kelompok insinyur yang dipimpin oleh Schriever dan Habermohl Juga telah mendesain suatu prototype yang hampir sama dengan bagian punuk yang hampir sama dengan telur dengan fungsi sebagai punuk.

Pesawat ini konon diujicobakan pada tahun 1945 dan mampu mencapai ketinggian 12,4 kilometer hanya dalam tempo 3 menit. Disebut juga bahwa pesawat itu bahkan bisa terbang mencapai kecepatan maksimal hingga 2.000 km/jam dengan kecepatan terbang horizontal, yang artinya lebih cepat dari kecepatan suara meskipun pada awalnya diharapkan mencapai kecepatan 4.000 km/jam.

nazi ufo I Haunebu2 07 Jerman Ternyata Pernah Menciptakan Piring Terbang

Keadaan dunia yang saat itu banyak meragukan kesaksian Lusar karena tidak ditunjang dengan bukti-bukti otentik, membuat seorang jurnalis bernama Nick Cook menjadi tertarik untuk meneliti masalah ini dan kemudian memulai petualangannya untuk mengunjungi lokasi-lokasi yang disebutkan oleh Lusar.

Nick dalam perburuannya akhirnya menemukan satu nama yang mungkin berkaitan dengan keberadaan “piring terbang” Jerman ini, yaitu Viktor Schauberger.

haunebu2 Jerman Ternyata Pernah Menciptakan Piring Terbang
HVRIL1 Jerman Ternyata Pernah Menciptakan Piring Terbang

Nick kemudian mengunjungi cucu Schauberger dan menemukan catatan-catatan desain pesawat yang dimiliki olehnya. Menurut Schauberger, ia mampu membuat sebuah mesin yang memiliki kemampuan untuk “terbang mengikuti alam”.

Salah satu proyek yang sedang dikerjakan oleh Schauberger adalah sebuah pesawat berbentuk piringan yang menggunakan sistem “Mesin pendorong vortex”. Teorinya adalah, jika air atau udara berotasi membentuk putaran, yang juga dikenal dengan sebutan “colloidal”, maka saat itu akan dihasilkan energi yang cukup untuk mengangkat sebuah objek, termasuk pesawat.

nazi ufo vril6 tm Jerman Ternyata Pernah Menciptakan Piring Terbang

Seorang insinyur aeronautika bernama Roy Fedden percaya bahwa Jerman memiliki teknologi itu. Fedden berkata :

“Saya telah melihat desain dan rencana produksi mereka dan menyadari bahwa jika saja mereka bisa memperpanjang perang selama beberapa bulan, maka kita akan melihat konfrontasi udara yang sangat berbeda”

Kesaksian ini juga didukung oleh Kapten Edward J. Ruppelt dari project blue book yang mengatakan:

“Ketika perang dunia II berakhir, Jerman telah memiliki beberapa bentuk pesawat yang radikal dan beberapa pengendali rudal. Mayoritas pesawat itu memang masih dalam masa uji coba, namun pesawat itu adalah satu-satunya pesawat yang dianggap mampu mencapai kemampuan mendekati obyek-obyek yang diamati para pengamat ufo.”
Jika memang teknologi ini telah berhasil dikembangkan oleh Jerman, maka bukan tidak mungkin bahwa pada saat ini ada suatu pabrik di suatu bagian dunia ini yang sedang meneliti dan mengembangkan teknologi piring terbang yang hingga saat ini oleh orang awam seperti kita menganggapnya sebagai UFO.

Sekian INFO UFO tersebut..
Menyedihkan Manusia ini..

Ada-ada aja kakek tua ini…

The world’s tallest tree is something that’s been a source of great debate, but it can’t be denied that the Sequoia sempervirens, or California redwood, is a source of great height. In 2006, one such tree, christened the Hyperion Redwood, was discovered deep in Humboldt Redwoods State Park. It measures 379.1 feet, or 9 feet taller than the previous tallest tree. Presumably, the Hyperion is still growing, as redwoods can live to be more than 2,000 years old. That’s old, but it has a long way to go to catch up with the world’s oldest living tree.